6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu Pasca-Melahirkan

Perubahan status menjadi ibu baru pascamelahirkan memang tidak mudah. Kebanyakan para ibu mengalami baby blues. Hal ini karena banyak hal yang belum diketahui para ibu baru soal mengurus anak. Sehingga secara tidak sengaja para ibu melakukan kekeliruan yang bisa merugikan ibu, si bayi yang baru lahir dan juga pasangan. Berikut 6 kekeliruan yang sering dilakukan para ibu baru.

  1. Terpaksa Tidak Tidur

640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-2

Beberapa bulan pertama saat bayi lahir, jangan kaget kalau pola tidur menjadi kacau balau karena siklus tidurnya yang belum benar. Tapi, sebenarnya hal ini bisa kita atasi kok dan di sinilah kecerdasan kita sebagai ibu baru diuji.

Hal yang paling penting dilakukan adalah berkerja sama dengan suami untuk mengatur waktu tidur kalian dan si bayi. Di malam hari, bagilah tugas dengan suami kapan kamu atau dia yang bangun saat si kecil bangun. Kamu juga harus “mencuri-curi” waktu tidur di siang hari di saat biasanya bayi tertidur lelap.

“Satu bulan pertama pascamelahirkan adalah hal yang mengerikan. Saya sama sekali tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan, untuk memejamkan mata satu jam rasanya sulit sekali. Saat malam hari bayi saya selalu bangun jadi saya pun ikut terjaga.” Katharina, ibu dari Bayu (3 bulan).

2. Tak Punya Waktu

640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-3

Sebelum bayimu lahir, mungkin kamu berpikir masih akan memiliki banyak waktu saat bayi tidur atau asyik bermain sendiri. Tapi, kenyataannya sama sekali nggak seperti yang dibayangkan.

Saran untuk para ibu baru, jangan merencanakan hal yang belum kamu ketahui situasinya akan seperti apa karena biasanya kamu jadi kecewa dan malah kebingungan.

Dengan berjalannya waktu, kamu akan menemukan cara sendiri mencari waktu untuk melakukan kegiatan lain di sela-sela waktu tidur dan bermain anakmu.

“Sebelum melahirkan saya sudah membuat jadwal keseharian. Maksudnya agar saya tetap memiliki waktu untuk diri sendiri dan mengerjakan pekerjaan kantor. Tapi, ternyata semua hanya teori. Saat melahirkan saya tidak punya pengasuh dan akhirnya saya mengurus bayi seorang diri. Sungguh menyita waktu.” Julia-ibu dari Jason (6 bulan)

3. Membeli Semua Barang

640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-4

Namanya juga anak pertama, wajar jika orangtua menginginkan membeli segala perlengkapan untuk bayinya. Tapi, jangan sampai “kekhilafan”-mu ini akan merugikan keuangan keluargamu karena banyaknya uang yang terbuang.

Untuk mengetahui mana yang menjadi prioritas yang harus kamu beli untuk si bayi, jangan sungkan bertanya dengan orangtua, anggota keluarga yang sudah memiliki anak, atau teman.

Tahan juga hasratmu untuk membeli banyak pakaian dan aksesori saat anakmu masih bayi karena pertumbuhannya yang cepat membuat pakaian dan aksesori itu nggak akan bisa dipakai dalam waktu lama.

“Betul sekali, semua baju dan mainan anak terlihat lucu dan menggemaskan. Saat usia kehamilan 8 bulan saya suka sekali membeli perlengkapan bayi. Bahkan, sampai usia bayi saya 9 bulan, tiap bulan selalu ada baju dan mainan baru. Hasilnya ternyata banyak baju yang tidak sempat dipakai.” Retno, ibu dari Ayumi (9 bulan)

4. Percaya Semua yang Didengar

640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-5

Karena belum memiliki pengalaman, kamu dan suami jadi percaya segala hal yang didengar dari orang lain. Apalagi jika orang-orang tersebut kalian anggap sebagai pakar atau ahli dalam hal mengasuh anak. Padahal, nggak semua nasihat dari mereka cocok untuk diterapkan ke anakmu.

Kepekaan orangtua sangat diperlukan dalam mengasuh anak, jadi nggak ada salahnya mendengarkan saran dari orang lain, tapi kamu juga harus mengikuti naluri sendiri sebagai ibu dalam menerapkannya.

“Saya dan suami sampai bingung karena terlalu banyak mendengar ini dan itu dari orang terdekat. Bahkan, kami pernah berdebat karena nasihat dari orangtua yang menurut saya tidak cocok. Ternyata, jadi orangtua baru itu harus peka dengan bayinya sendiri bukan selalu mengikuti kata orang.” Lusi, ibu dari Kenzi (5 bulan)

5. Terlalu Khawatir

640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-6

Bayimu nggak berhenti menangis, kamu khawatir. Bayimu nggak bisa tidur, kamu khawatir. Apapun yang dilakukan bayimu yang kamu anggap nggak biasa, pasti kamu langsung khawatir. Padahal, hal ini nggak perlu terjadi. Bayi yang baru berusia beberapa bulan memang masih mengalami adaptasi yang membuat perilakunya berubah.

Jika memang kamu merasa ada yang aneh dengan bayimu, bersikaplah tenang, perhatikan lebih detil gejalanya, lalu segera ke dokter untuk membuktikkan apakah kekhawatiranmu benar. Tapi, selebihnya usahakan untuk nggak terlalu cepat khawatir kalau memang melihat ada perubahan pada bayimu.

“Ya, sebagai ibu baru saya selalu khawatir. Mendengar bayi menangis langsung panik dan buru-buru menggendongnya. Padahal, bayi menangis bisa saja kerena bosan dan rasa tidak nyaman. Terlalu khawatir membuat saya tidak menikmati peran sebagai ibu baru.” Siti, ibu dari Gita Anjani (3 bulan)

6. Mengabaikan Pasangan



640xauto-6-kesalahan-yang-sering-dilakukan-ibu-pasca-melahirkan-140127z-7

Terlalu fokus mengurus bayi baru lahir kadang membuat istri jadi mengabaikan suaminya. Dengan alasan suamimu bisa mengurus dirinya sendiri, kamu lebih memilih untuk mengurusi bayimu setiap saat. Padahal, menjaga hubungan dengan suami nggak kalah penting, lho.

Kalau kamu mengabaikannya, bukan nggak mungkin suami akan cemburu pada bayi. Usahakan untuk meluangkan waktu di pagi hari saat bangun tidur atau malam hari sebelum tidur untuk saling berbincang dan berbagi cerita. Jangan lupakan juga untuk tetap melakukan hubungan intim agar kemesraan di antara kalian tetap terjaga.

“Kelahiran anak pertama kami, sempat membuat hubungan saya dan suami menjadi jauh. Saya terlalu fokus mengurus bayi dan mengabaikan suami. Saya baru menyadari setelah suami mengeluh karena tidak punya waktu untuk berbagi cerita seputar pekerjaan di kantor. Padahal, ketika itu suami saya sedang bingung karena ada mutasi.” Lina, ibu dari Khanza (6 bulan)

Facebook Comments