Apakah anak-anak bisa terkena kanker

Assalamualaikum…

Pembaca kosasih lampung, menyambut Hari Kanker Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Januari 2016, kami akan menyakin beberapa artikel kesehatan mengenai kanker.

Penyakit yang memang biasanya menyerang Orang dewasa namun ternyata bisa menyerang anak-anak. Lah, kok bisa?
Berikut penjelasannya kami ambil dari situs http://sweetspearls.com/

Apakah Anak-Anak bisa terkena Kanker?

Anak-anak bisa terkena kanker, tapi kanker pada anak-anak tidaklah umum. Di negara-negara maju dengan data statistik yang lebih lengkap, setiap tahun kanker terjadi pada 120-160 per 1.000.000 anak-anak di bawah usia 15 tahun. Kira-kira, satu dalam setiap 300-500 orang akan terkena kanker sebelum mencapai usia 20 tahun.

Mengapa Anak-Anak Terkena Kanker?

Untuk sebagian besar kanker, jawaban atas pertanyaan ini masih belum pasti. Dari setiap anak yang mengidap kanker, hampir mustahil kita mengetahui mengapa dia mengidap kanker itu.

Dari sudut pandang statistik, kami menemukan bahwa kanker pada anak-anak bisa terkait dengan cacat genetika, penyimpangan kromosom, defisiensi kekebalan tubuh, infeksi seperti virus Epstein-Barr, virus Hepatitis B dan infeksi virus HIV (human immunodeficiency virus), terpapar sinar radiasi, pengobatan yang bersifat menekan kekebalan tubuh, atau bahkan akibat pengobatan anti kanker.

Sebaliknya, TIDAK ADA bukti atau kurang ada bukti bahwa hal-hal berikut ini terkait dengan kanker pada anak-anak: pola makan ibu saat kehamilan, suntikan vitamin K yang diberikan pada bayi baru lahir, vaksinasi, medan elektromagnetik, atau kabel listrik di dekat tempat tinggal.

Apakah Kanker pada Anak-Anak Mirip dengan Kanker pada orang Dewasa?

Tidak, kanker pada anak-anak bersifat unik (lihat di bawah ini). Bahkan untuk kanker berjenis sama, sifat-sifat biologi dan respon terhadap pengobatan sangat berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Secara umum, hasil pengobatan kanker pada anak-anak lebih baik daripada pada orang dewasa. Oleh karena itu, tidaklah tepat untuk menerapkan apa yang diketahui tentang kanker pada orang dewasa pada anak-anak.

Penyelidikan apa yang Diperlukan?

Penyelidikan diperlukan untuk (a) memastikan diagnosis dan menggolongkan jenis kanker, dan (b) menentukan stadium penyakit. Hasilnya penting untuk menentukan pengobatan yang paling tepat untuk si anak. Selain evaluasi fisik, anak akan menjalani uji darah dan urine, penelitian melalui scanning dan pengambilan gambar (imaging), dan sebagian jaringan tumor akan diambil untuk pemeriksaan mikroskopik (diagnosis patologi). Beberapa anak mungkin juga memerlukan biopsi sumsum tulang.

BAGAIMANA MENGOBATI KANKER PADA ANAK-ANAK?

Setelah diagnosis dikonfirmasi dan kanker diketahui golongan dan stadiumnya, dokter akan menentukan pengobatan atau kombinasi pengobatan yang terbaik bagi si anak. Pilihan pengobatannya mencakup pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan unsur-unsur biologi lainnya.

Apakah Anak-Anak Dapat Tahan dengan Pengobatannya?

Jawabnya adalah “ya”, tapi mereka membutuhkan pengobatan pendukung yang baik. Pengobatan kanker pada anak-anak melibatkan komplikasi, baik tiba-tiba maupun tertunda. Beberapa komplikasi ini, misalnya perdarahan dan infeksi, bisa menjadi berbahaya. Anak-anak penderita kanker harus dirawat di pusat pengobatan yang khusus, dengan tim medis yang berpengalaman dan fasilitas lengkap.

Apa Hasil Pengobatannya?

Hasil pengobatan anti kanker pada anak-anak tergantung pada penyakit utama dan tingkat keparahannya (lihat di bawah) Secara keseluruhan, 70-75% anak-anak yang di diagnosis mengidap kanker sampai hari ini diharapkan bisa bertahan hidup sampai lama (dan tersembuhkan), jika mereka dirawat dengan protokol kontemporer oleh tim medis berpengalaman dengan fasilitas pendukung yang baik.

Jenis-jenis kanker

  • Leukemia Limfoblastik Akut (Acute Lymphoblastic Leukaemia -ALL). Ini merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak. Hampir 30% kanker pada anak-anak adalah ALL. Anak yang terkena kanker mungkin akan mengalami demam, lebam, mudah letih, dan pembengkakan kelenjar di leher. Sebagian besar anak-anak dengan ALL hanya memerlukan kemoterapi; tapi ada pula yang memerlukan pengobatan radiasi pada otak. Secara keseluruhan, 75-80% anak-anak dapat disembuhkan setelah pengobatan.
  • Leukemia Myeloid Akut (Acute Myeloid Leukaemia -AML). Ini merupakan bentuk leukemia yang tidak umum. Anak yang terkena penyakit ini memiliki gejala yang mirip seperti acute lymphoblastic leukaemia. Sebagian besar anak dengan AML hanya memerlukan kemoterapi. Secara keseluruhan, 45-60% anak-anak dapat disembuhkan setelah pengobatan.
  • Limfoma Non-Hodgkin (Non-Hodgkin Lymphoma – NHL). Ini adalah kanker pada kelenjar getah bening. Anak yang terkena bisa mengalami demam, mudah letih, dan pembengkakan kelenjar di leher atau di dalam dada. Beberapa anak mungkin mengeluh sukar bernafas atau nyeri di perut. Secara keseluruhan, lebih dari 80% anak-anak dapat disembuhkan hanya dengan kemoterapi. Hanya sedikit proporsi anak-anak yang harus dibedah atau mendapat pengobatan radiasi.
  • Limfoma Hodgkin. Kanker ini merupakan bentuk kanker lain pada kelenjar getah bening, yang gejalanya mirip dengan Limfoma Non-Hodgkin. Pengobatan dengan kemoterapi, dan radiasi pada beberapa anak-anak, menghasilkan tingkat kesembuhan lebih dari 80% bahkan pada penyakit stadium lanjut.
  • Tumor Otak. Tumor Otak merupakan bentuk kanker padat yang paling umum terjadi pada anak-anak, yaitu 15-20% kasus. Ada berbagai jenis tumor otak pada anak-anak, dan pengobatannya tidaklah sama. Anak-anak dengan tumor otak bisa mengeluh sakit kepala, bermasalah pada penglihatan, muntah-muntah, lemah di satu sisi tubuh, gemetar saat berjalan, atau epilepsi. Secara umum, anak-anak yang terkena tumor otak membutuhkan pembedahan yang setelah itu diikuti dengan pengobatan radiasi. Medulloblastoma, sebuah tumor yang sering terlihat pada otak kecil (cerebellum) anak, dapat diobati dengan pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Peluang kesembuhannya 60-70% jika tumor belum menyebar.
  • Tumor sel induk (germ cell) di dalam rongga tengkorak (intracranial) lebih sering terjadi pada anak-anak Oriental. Tumor ini berbeda karena sebagian besar bisa diobati dengan kemoterapi dan radiasi tanpa perlu pembedahan yang rumit. Tingkat kesembuhannya berkisar dari 60-90%, tergantung pada jenis tumor sel induknya (germ cell).
  • Neuroblastoma. Ini merupakan kanker pada kelenjar adrenal di dalam perut. Terkadang, jenis ini terdapat pada jaringan saraf di dalam leher atau dada. Anak yang terkena dapat mengalami demam, sakit pada tulang, dan perut yang bengkak. Jika dideteksi dini, hasilnya sangat bagus dan lebih dari 90% anak-anak dapat disembuhkan. Sayangnya, sebagian besar anak-anak telah mengalami stadium lanjut di mana kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pengobatan dengan pembedahan, kemoterapi dan terkadang radiasi diperlukan di sini. Kemoterapi dosis tinggi diikuti dengan transplantasi sel induk (stem cell) kini merupakan bagian dari pengobatan standar. Hanya 10-30% anak-anak yang bisa bertahan sampai jangka panjang.
  • Tumor Wilms. Ini merupakan kanker pada ginjal dan sebagian besar anak-anak yang terkena mengalami pembengkakan perut. Pengobatan standar mencakup pembedahan, kemoterapi dan radiasi. Hasilnya sangat bagus, 80-90% sembuh bahkan pada stadium lanjut.
  • Tumor Sel Induk (Germ Cell). Ini merupakan kanker pada testis (anak laki-laki) atau pada indung telur (perempuan). Terkadang terjadi di dalam perut, di dalam dada, leher atau di daerah tulang ekor dekat anus. Beberapa pasien hanya membutuhkan pembedahan, namun ada pula yang dapat dirawat dengan kemoterapi saja. Tingkat kesembuhannya berkisar antara 75-90% meskipun pada stadium lanjut.
  • Rhabdomyosarcoma. Ini merupakan kanker pada otot, dan biasanya muncul dalam bentuk gumpalan. Semua bagian tubuh dapat terkena. Pengobatannya mencakup pembedahan, kemoterapi dan radiasi. Tingkat kesembuhan jangka panjangnya berkisar dari 70-80% jika penyakitnya belum menyebar.
  • Osteosarcoma (atau Sarkoma Osteogenik). Ini merupakan kanker pada tulang dan umumnya berbentuk pembengkakan pada tulang paha atau kaki. Pengobatannya terdiri dari pembedahan dan kemoterapi. Sekitar 60-70% anak dapat bertahan hidup sampai jangka panjang setelah pengobatan, jika kanker belum menyebar.
  • Sarkoma Ewing (atau tumor neuroektodermal primitif/Primitive Neuroectodermal Tumour). Ini merupakan kanker pada sistem saraf yang dapat mempengaruhi tulang atau jaringan lunak. Oleh karena itu, gejala-gejalanya mirip dengan Rhabdomyosarcoma atau Osteosarcoma. Pengobatannya mencakup pembedahan, kemoterapi dan radiasi. Untuk kanker yang belum menyebar, tingkat bertahan hidup jangka panjangnya adalah 70-80%.
  • Hepatoblastoma. Ini adalah kanker pada hati. Anak yang terkena biasanya mengalami pembengkakan perut. Dengan pembedahan dan kemoterapi, tingkat bertahan hidup jangka panjangnya mendekati 90% jika penyakitnya belum menyebar.
  • Retinoblastoma. Ini adalah kanker pada bola mata. Di tahap awal, orang tua dapat melihat refleksi putih (refleks mata kucing) di mata yang terkena, khususnya ketika wajah anak difoto. Di tahap awal, kanker ini dapat diobati dengan pembedahan atau pembedahan mikro. Untuk penyakit yang lebih lanjut, diperlukan pengobatan radiasi dan kemoterapi. Tingkat bertahan hidup jangka panjang jauh di atas 90% kecuali penyakitnya telah menyebar dari bola mata.
Facebook Comments

One thought on “Apakah anak-anak bisa terkena kanker

Comments are closed.