Langkah sehat Dunia Akhirat (Part 2)

Salam. Sepertinya setahu kita, Rasulullah hanya dua kali sakit. yaitu tatkala menerima wahyu pertama. ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat karena malaikat jibril menampakkan wujud aslinya sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat.Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meningg

Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya Rasulullah mempunyai fisik sehat dan daya tahan luar biasa. padahal kita tau di jazirah Arab sana cuacanya sangat panas, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.

Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan.

Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.

Ada lima cara Rasulullah menjaga kesehatan

  1. Selektif Terhadap Makanan

Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi.

Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).Selektif Terhadap Makanan

2. Tidak Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan. ”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya.

Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Beberapa Alasan mengapa kita harus menjaga agar tidak makan secara berlebihan :

  1. Saat kita makan terlalu kenyang, terjadi pengurangan aliran darah ke otak karena darah terkonsentrasi di dalam usus. Efeknya akan menyebabkan mengantuk.
  2. Terjadi peregangan pada lambung saat kita makan terlalu kenyang yang dapat memicu muntah dan mual.
  3. Makan terlalu kenyang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah yang sangat membahayakan bagi penderita diabetes.
  4. Makan terlalu kenyang meningkatkan aliran darah balik dari usus ke jantung. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita dekompensasi kordis atau gagal jantungsehingga akan memperparah derajat kesakitannya.
  5. Para ilmuwan meyakini bahwa memberi makanan terlalu kenyang pada bayi bisa menyebabkan berkembangnya sel-sel lemak. Sel – sel ini nantinya yang akan membentuk lemak lebih cepat dari orang biasa. Efeknya, berpotensi menimbulkan obesitas atau kegemukan.
  6. Makan terlalu kenyang menyebabkan pembuluh otak mengeras yang mengakibatkan kekuatan otak dalam berfikir menurun.
  7. Menurut catatan jurnal Cell, hasil penelitian pada peneliti di Amerika mengungkapkan bahwa makan terlalu kenyang memicu kerusakan otak. Ini adalah salah satu akibat terburuk karena bisa berefek pada masalah kesehatan yang lain seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, dan penyakit lainnya.
  8. Makan terlalu kenyang menyebabkan enzim pencernaan dalam perut keluar secara berlebihan. Makanan pun tidak dapat dicerna dengan sempurna. Makanan ini nantinya akan masuk ke dalam usus, mengalami fermentasi dan akhirnya mengeluarkan gas dalam perut. Perut menjadi kembung, kadang disertai diare dan sakit perut.
  9. Makan terlalu kenyang bisa menghambat proses pencernaan dikarenakan seluruh sistem pencernaan tertekan oleh makanan. Makanan yang dicerna tidak sempurna ini akan membusuk dan menjadi sampah dalam perut. Efek buruknya akan melemahkan seluruh sistem dalam tubuh.
  10. Makan terlalu kenyang saat berbuka puasa bisa menurunkan kebugaran tubuh. Akibatnya, malas untuk beribadah, malas untuk pergi shalat tarawih saat bulan Ramadhan.
  11. Makan terlalu kenyang menyebabkan kejenuhan Siklus Kreb (siklus asam sitrat) pada tubuh. Efeknya, sistem metabolisme atau pembuangan kotoran menjadi terganggu. Lemak dalam tubuh lebih banyak tersimpan dari pada menjadi energi yang mengakibatkan kegemukan atau obesitas.
  12. Makan terlalu kenyang atau minum terlalu banyak menyebabkan badan terasa berat, lesu, dan malas. Pikiraannya dipenuhi pemikiran negatif, ingin melihat yang haram – haram, akal dan pengetahuan menjadi sempit.
  13. Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin, makan terlalu banyak membuat manusia malas melaksanakan ibadah.
  14. Terlalu banyak makan bisa menjerumuskan pada perbuatan haram dan syubhat. Makanan haram dan syubhat menyebabkan terhalangnya taufik dan hidayah Allah SWT. Perut yang dipenuhi makanan yang haram dan syubhat menjadikan pemiliknya terhalang dari berbuat kebaikan, serta malas melakukan hal – hal yang mengandung kemaslahatan.

3.  Makan Dengan Tenang, Tuma’ninah, tidak tergesa-gesa.

Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna.

Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

        4.   Cepat Tidur dan Cepat Bangun

Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan.

Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari.

Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

       5. Istiqomah Melakukan Puasa Sunnah

Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, shaum Daud, shaum enam hari di bulan Syawal, dsb. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa.

Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.

Facebook Comments