Waspada! 23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia: Kenali Gejalanya dan Langkah Deteksi Dini
Publik dikejutkan dengan data terbaru Kemenkes. Meski sedang menjadi perhatian dunia, tetap tenang dan waspada.
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui tikus atau celurut, baik melalui gigitan maupun paparan kotoran (ekskresi) dan air liur (sekresi) hewan tersebut.
Di Indonesia, varian yang paling banyak ditemukan adalah Seoul Virus yang menyebabkan kondisi bernama Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS). Berbeda dengan varian di luar negeri yang menyerang paru-paru, varian di Indonesia lebih banyak menyerang fungsi ginjal dengan gejala yang seringkali mirip dengan penyakit demam lainnya.
Berdasarkan laporan Kemenkes, penderita Hantavirus di Indonesia (tipe HFRS) umumnya mengalami:
- Demam tinggi mendadak.
- Sakit kepala hebat dan nyeri badan.
- Tubuh terasa lemas.
- Muncul warna kekuningan pada tubuh (tanda gangguan fungsi hati/ginjal).
Karena gejalanya mirip DBD atau Tipus, diagnosis akurat hanya bisa didapatkan melalui pemeriksaan laboratorium.
Jangan menunggu gejala menjadi berat. Deteksi dini adalah kunci utama keselamatan. Klinik Kosasih Medika hadir sebagai mitra kesehatan Anda untuk memastikan diagnosis yang tepat:
Pastikan kebersihan lingkungan terjaga dengan:
- Menutup akses tikus ke dalam rumah.
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
- Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan area sarang tikus.
Lindungi Keluarga Anda Sekarang!
Jika Anda atau keluarga mengalami demam tak kunjung turun dan nyeri badan hebat, segera hubungi kami.
Hubungi WhatsAppNapas Lega, Keluarga Terjaga bersama Klinik Kosasih.
